Assalamualaikum.
Coretan pertama yang diambil dari orang lain erti kata lain copas. Bacalah dan hayatilah...
Renungan drp seorg ikhwah:
Akhi, dulu ana merasa semangat saat aktif dalam dakwah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan, ana melihat ternyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh…” begitu keluh kesah seorang kader dakwah kepada murobbinya disuatu malam.
Sang Murobbi hanya terdiam, mencuba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad’unya. “Lalu, apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu?” sahut sang murobbi setelah sesaat termenung.
“Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan perilaku beberapa ikhwah yang tak islamik. Juga dengan organisasi dakwah yang ana geluti;kaku dan sering mematikan potensi anggotanya. bila begini terus, ana lebih baik sendiri saja..” jawab ikhwah itu.
Sang Murobbi termenung kembali. Tak nampak raut terkejut dari roman wajahnya. Sinar matanya tetap terlihat tenang, seakan jawapan itu memang sudah diketahuinya sejak awal. “Akhi, bila suatu kali antum naik sebuah kapal mengharungi lautan luas, kapal itu ternyata sudah amat usang. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang rapuh bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu, apa yang antum lakukan untuk tetap sampai pada tujuan ?” Tanya sang murobbi dengan kiasan bermakna yang sangat mendalam.
Sang mad’u terdiam berfikir. Agak payah baginya menyingkap makna di sebalik kiasan yang amat tajam.
“Apakah antum memilih untuk terjun ke laut dan berenang sampai tujuan ?” Sang murobbi memberi klu.. “Bila antum terjun ke laut, sesaat antum akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasakan kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan ikan lumba-lumba. Tapi itu hanya sesaat. Berapa kekuatan antum untuk berenang sampai ke tujuan ? Bagaimana bila ikan jerung datang? Di mana antum mendapat makan dan minum? Bila malam datang, bagaimana antum mengatasi hawa dingin ? bertalu-talu pertanyaan dihamparkan di depan sang ikhwan tersebut.“Akhi, apakah antum masih merasa bahwa jalan dakwah adalah jalan yang paling utama menuju ridho Allah SWT ?” (pertanyaan tajam ini menghujam jiwa sang ikhwah. Ia hanya mengangguk). Bagaimana jika kenderaan yang antum naiki dalam menempuh jalan itu ternyata rosak ditengah jalan? antum akan berjalan kaki meninggalkan kereta itu dibahu jalan, atau mencuba untuk memperbaikinya? tanya sang murobbi lagi. Sang ikhwah tetap terdiam dalam esakan tangis perlahannya.
Tiba-tiba ia mengangkat tangannya…” cukup akhi cukup. Ana sedar. maafkan ana, InsyaAllah ana akan tetap istiqomah. Ana berdakwah bukan untuk mendapatkan medal kehormatan. Atau agar setiap kata2 ana diperhatikan,. Biarlah yang lain dengan urusan peribadi masin-masing. Biarlah ana tetap berjalan dalam dakwah. Dan hanya jalan ini saja yang akan membahagiakan ana kelak dengan dengan janji-janji-Nya. Biarlah segala kepedihan yang ana rasakan jadi pelebur dosa-dosa ana…” sang mad’u berazzam di hadapan sang murobbi yang semakin dihormatinya. Tersenyum.
“Akhi, jama’ah ini adalah jama’ah manusia. Mereka adalah kumpulan insan yang punya kelemahan. Tapi dibalik kelemahan itu, masih amat banyak kebaikan yang mereka miliki. Mereka adalah peribadi-peribadi yang menyambut seruan untuk berdakwah. Dengan begitu, mereka sedang berproses menjadi manusia terbaik..” ujar sang murobbi.“Bila ada satu dua kelemahan dan kesalahan mereka, janganlah hal itu mendominasi perasaan antum. Sebagaimana Allah ta’ala menghapus dosa manusia dengan amal baik mereka, hapuslah kesalahan mereka di mata antum dengan kebaikan-kebaikan mereka terhadap dakwah selama ini. Kerana di mata Allah, belum tentu antum lebih baik dari mereka.Futur, Mundur, kecewa atau bahkan berpaling menjadi lawan bukanlah jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidaksepakatan selalu membawa ke jalan itu.?” sambungnya panjang lebar.
Sang mad’u termenung merenungi setiap kalimat murobbinya. Azzamnya memang kembali menguat. Namun ada satu hal tetap bergelayut dihatinya. “Tapi, bagaimana ana bisa memperbaiki organisasi dakwah dengan kekuatan ana yang lemah ini ?” Pertanyaan konstruktif akhirnya muncul juga.“Siapa kata kekuatan antum lemah? Semua manusia punya kekuatan yang berbeza. Namun tak ada yang bisa menilai bahwa yang satu lebih baik dari yang lainnya !” Sahut sang murobbi.“Bekerjalah dengan ikhlas. Berilah tausyiah dalam kebenaran, kesabaran, dan kasih sayang pada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu. Karena peringatan selalu berguna bagi orang yang beriman. Bila ada sebuah isu atau gosip, tutuplah telinga antum dan bertaubatlah. Singkirkan segala ghibah antum terhadap saudara antum sendiri. Dengan itulah, Bilal yang dahulunya budak hina menemukan kemuliaannya….”
Malam itu sang mad’u menyadari kesalahannya. Ia bertekad untuk tetap berputar bersama jamaah dalam mengarungi jalan dakwah. Kembalikan semangat itu sandaraku, jangan biarkan azam itu hilang. Biarkan amal-amal ini semua menjadi saksi, sampai kita diberi satu dari dua kebaikan oleh Allah SWT yaitu KEMENANGAN ATAU MATI SYAHID!
---muhasabah---
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalannya dalanm barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kukuh"As-Saff:2
Thursday, 3 October 2013
Tuesday, 27 August 2013
Bakal Pergi
Assalamualaikum wbt.
Sudah sekian lama tidak menulis. Menjenguk pun jarang sekali. Alasan laptop tada. Hmm yala tu.. Apapun jangan sesekali ditinggalkan amanah yang satu ni. Sebenarnya adanya blog ini kerana satu pengarahan. Ya, satu pengarahan dari tarbiyah. Semua ikhwah wa akhwat mesti mempunyai blog sendiri untuk menyebarkan fikrah. Sebarkan kebaikan. Selain duk pung pang pung pang dalam bulatan, mesti guna media elektronik untuk merancakkan dakwah. Ya, media memang satu senjata yang begitu hebat dan mantap. Contoh sekarang isu di tanah anbiya'. Semua sedia maklum, Mesir, Syria dan negara arab yang lain berlaku goncangan yang begitu hebat sekarang ini. Orang yang baik dapat digulingkan! Orang yang jahat dapat diagungkan! Itulah kuasa media. Justeru belajarlah untuk sentiasa membuat yang terbaik untuk dakwah walau apapun caranya, kerana yang didambakan bagi setiap muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat adalah mardhatillah. Okey ini adalah muqaddimah. Sebagai ingatan untuk sentiasa rajin meng-update blog..
Bakal Pergi
Pergi mana??
Siapa yang rasa tiada gundah di hati apabila bakal meninggalkan tempat yang begitu banyak menyimpan nostalgia dan mendidik diri ini agar menjadi lebih baik? Siapa?
Sangat sedih bakal meninggalkan akhwat yang begitu banyak membimbing dan bersama dengan diri ini dikala susah dan senang?
Meninggalkan tempat yang mengajar erti dakwah dan tarbiyah?
Ya Allah, sangat sukar. Tetapi hidup ini harus diteruskan jua. Banyak komitmen lain yang menanti. Dakwah di mana-mana pun sama. Mungkin bergantung kepada diri ini untuk menyesuaikan diri dengan tempat baru agar kerja dakwah masih dapat dilakukan dengan baik walau sudah tidak beramal lagi di tempat asal.
InsyaAllah. Aku mengharapkan penghijrahan ini adalah yang terbaik. Untuk menjadi insan yang lebih baik. Lebih kuat menghadapi rintangan. Tidak mudah goyah dengan ujian yang menimpa. Tidak begitu mudah bergantung kepada orang lain. Hanya tinggkatkan tawakkal dalam diri untuk bergantung hanya kepadaNya. Ya, hanya kepada-Nya. Ya Allah moga Engkau redha dengan diriku, hamba-Mu yang begitu hina dina ini. Ya Allah ampunkalah segala dosa-dosaku. Hanya Engkau sahaja yang Allah, Tuhan yang layak disembah dan tempat untuk meminta pertolongan. Laailaahaillah Anta Subhanaka inni kuntumminadhzolimin..amiinn.
Duhai sahabat, maafkanlah diriku yang begitu banyak melakukan kesilapan kepadamu. Banyak menyusahkan dirimu. Kerana peninggalan aku, jiwamu kelihatan terseksa, terpaksa menerima amanah kerena ku. Maafkanlah awe ayong..andak..along..achik..alang..atam..jaja..abby..ateh..maafkanlah aku..Mohon doa dari kalian agar aku betah meneruskan dakwah ini walaupun tidak bersama dengan peguat ku lagi..kalianlah penguatku..Saksikanlah, bahawa aku mencintai kalian kerana Allah...
Selamat tinggal sahabat-sahabat ku. Moga ukhuwah kita kekal hingga ke firdausi.......
Ya Allah layakkah aku?
Sudah sekian lama tidak menulis. Menjenguk pun jarang sekali. Alasan laptop tada. Hmm yala tu.. Apapun jangan sesekali ditinggalkan amanah yang satu ni. Sebenarnya adanya blog ini kerana satu pengarahan. Ya, satu pengarahan dari tarbiyah. Semua ikhwah wa akhwat mesti mempunyai blog sendiri untuk menyebarkan fikrah. Sebarkan kebaikan. Selain duk pung pang pung pang dalam bulatan, mesti guna media elektronik untuk merancakkan dakwah. Ya, media memang satu senjata yang begitu hebat dan mantap. Contoh sekarang isu di tanah anbiya'. Semua sedia maklum, Mesir, Syria dan negara arab yang lain berlaku goncangan yang begitu hebat sekarang ini. Orang yang baik dapat digulingkan! Orang yang jahat dapat diagungkan! Itulah kuasa media. Justeru belajarlah untuk sentiasa membuat yang terbaik untuk dakwah walau apapun caranya, kerana yang didambakan bagi setiap muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat adalah mardhatillah. Okey ini adalah muqaddimah. Sebagai ingatan untuk sentiasa rajin meng-update blog..
Bakal Pergi
Pergi mana??
Siapa yang rasa tiada gundah di hati apabila bakal meninggalkan tempat yang begitu banyak menyimpan nostalgia dan mendidik diri ini agar menjadi lebih baik? Siapa?
Sangat sedih bakal meninggalkan akhwat yang begitu banyak membimbing dan bersama dengan diri ini dikala susah dan senang?
Meninggalkan tempat yang mengajar erti dakwah dan tarbiyah?
Ya Allah, sangat sukar. Tetapi hidup ini harus diteruskan jua. Banyak komitmen lain yang menanti. Dakwah di mana-mana pun sama. Mungkin bergantung kepada diri ini untuk menyesuaikan diri dengan tempat baru agar kerja dakwah masih dapat dilakukan dengan baik walau sudah tidak beramal lagi di tempat asal.
InsyaAllah. Aku mengharapkan penghijrahan ini adalah yang terbaik. Untuk menjadi insan yang lebih baik. Lebih kuat menghadapi rintangan. Tidak mudah goyah dengan ujian yang menimpa. Tidak begitu mudah bergantung kepada orang lain. Hanya tinggkatkan tawakkal dalam diri untuk bergantung hanya kepadaNya. Ya, hanya kepada-Nya. Ya Allah moga Engkau redha dengan diriku, hamba-Mu yang begitu hina dina ini. Ya Allah ampunkalah segala dosa-dosaku. Hanya Engkau sahaja yang Allah, Tuhan yang layak disembah dan tempat untuk meminta pertolongan. Laailaahaillah Anta Subhanaka inni kuntumminadhzolimin..amiinn.
Duhai sahabat, maafkanlah diriku yang begitu banyak melakukan kesilapan kepadamu. Banyak menyusahkan dirimu. Kerana peninggalan aku, jiwamu kelihatan terseksa, terpaksa menerima amanah kerena ku. Maafkanlah awe ayong..andak..along..achik..alang..atam..jaja..abby..ateh..maafkanlah aku..Mohon doa dari kalian agar aku betah meneruskan dakwah ini walaupun tidak bersama dengan peguat ku lagi..kalianlah penguatku..Saksikanlah, bahawa aku mencintai kalian kerana Allah...
Selamat tinggal sahabat-sahabat ku. Moga ukhuwah kita kekal hingga ke firdausi.......
Ya Allah layakkah aku?
Thursday, 11 April 2013
Potong Kuku Mengikut Sunnah Berdasarkan Imam Ahmad
Pendapat Imam Ahmad agak rumit sedikit untuk diikuti tapi sangat mujarab kerana sabit kepada satu hadith Nabi SAW yang bermaksud: "Sesiapa yg memotong kukunya secara 'mukholifan' tidak akan diserang penyakit mata." (Boleh rujuk dalam kitab Kitab Al-Mughni)
'Mukholifan' bermakna tertib-tertib seperti yang ditunjukkan.
Menurut Imam Ahmad:
Kaedah خوابس untuk jari tangan kanan ertinya: Mulakan dengan jari kelingking, tengah, ibu jari, manis dan telunjuk.
Kaedah أوخسب untuk jari tangan kiri ertinya: Mulakan dengan ibu jari, tengah, kelingking, telunjuk dan akhir sekali jari manis. Maknanya anda selang-selikannya juga.
Ini bermakna kaedah ini perlu dilakukan secara berselang-seli. Bacalah dua tiga kali supaya faham sambil amalkan.
Wallahualam..
Mudah-mudahan bermanfaat... :
Sumber: Copas~
Jangan lupa potong kuku pada hari sunnah juga (Isnin, Khamis dan Jumaat).
Moga kita antara umat yang mendapat syafaat dari Rasulullah saw dengan Allah swt :)
'Mukholifan' bermakna tertib-tertib seperti yang ditunjukkan.
Menurut Imam Ahmad:
Kaedah خوابس untuk jari tangan kanan ertinya: Mulakan dengan jari kelingking, tengah, ibu jari, manis dan telunjuk.
Kaedah أوخسب untuk jari tangan kiri ertinya: Mulakan dengan ibu jari, tengah, kelingking, telunjuk dan akhir sekali jari manis. Maknanya anda selang-selikannya juga.
Ini bermakna kaedah ini perlu dilakukan secara berselang-seli. Bacalah dua tiga kali supaya faham sambil amalkan.
Wallahualam..
Mudah-mudahan bermanfaat... :
Sumber: Copas~
Jangan lupa potong kuku pada hari sunnah juga (Isnin, Khamis dan Jumaat).
Moga kita antara umat yang mendapat syafaat dari Rasulullah saw dengan Allah swt :)
Wednesday, 20 March 2013
Pilihan Raya 13
Bismillahirrahmanirrahim..
Okey, umur saya sudah 23 tahun (tahun 2013) jadi layak mengundi dan layak memilih calon dan pantas juga bersuara. Malaysia kan negara demokrasi.. Jadi jangan lah dok kata saya masih mentah, budak hingusan lagi dan macam-macam lagi.
Lupakah kisah para sahabat? Mereka berjuang dalam usia yang muda! Bahkan lebih muda dari saya (malu =_=). Saya suka ambil dari lirik lagu Muslim for Life oleh Soldier of Allah mengenai pemuda yakni para sahabat yang masih muda tetapi sudah banyak memberi sumbangan kepada Islam? Kau ada? (ayat sentap)
Now
If we dont change society
On the Day of Judgement
We are going to stand
In front of Allah
There will be no excuses
For being useless
Without Islam in our lives
Our lives are fruitless
Leaving behind, all things
Taking nothing
But our deeds
On the last day it will be
Too late to repent
We will be accountable
For every minute and cent
That we spent
Islamicly intact
My brothers got my back
Syaitan can't attack
Because were always in a pack
*M. U .S .L .I .M
Muslim for life
And will never give in
We stand up and speak out
Against who those oppress
We take Islam and
We take no less 2x
Prophet showed us
How to be a statesman
A father, a leader
Amir of jihad
A husband, a judge
And a friend
A mesenger
That Allah has sent
Thats the example
That we content
He cultured
The sahabah personalities
Built islamic mentalities
Gave them the bigger scope
To spread Islam
All over the globe
They say you're too young
To change this world
Too young to understand
Look at Ali (r.a.)
At 8 he was matured
Like a man
Carrying this message
Of Islam
Khalid ibn Waleed
Conquering land
Liberating kufar to Islam
Abu Bakr, politically sharp
Was side by side
With the prophet From the start
We are the youth
Let us bring Islam back
We did it in the past
So let us do it again
ulang *
Carrying Islam
Is like carrying a hot coal
Pure pressure surround us
But we won't fold
When time become tough
Remember Jannah
It was difficult
Even for sahabas
No success
Without struggle
Keep our best friends Muslim
So we re always out of trouble
Checking our ideas
The way we think
Based on Islam
Because Islam is our Deen
Bonded by our ideas
Islamically connected
Days of jahilliyah
Alhamdulillah we left it
Islamic as yardstick
That we measure
Only for Allah
And to gain HIS pleasure
ulang *
Much props to my sisters
Carrying this Deen
And to my brothers
With the same mean
We will never idolize
It's no surprise
The youth realize
Jannah is the only prize
Standing together
Kafirs worsy nightmare
Muslim united
And not scared
Following only Quran
And the Sunnah
And Ummah
Who loves Allah
More than this dunnyah
ulang *
Berdasarkan pink highlighted tu menunjukkan ramai orang yang memberi persepsi mengenai anak muda. Apabila anak muda mula bersuara, muncul lah kata-kata: "engkau masih muda"," engkau tak tahu", "..masih mentah lagi..", dan lain-lain. Habis tu? tengok pula para sahabat?
Subhanallah, walau umur belum layak mengundi tetapi semangat yang ada pada mereka mengalahkan umur kanak-kanak sekarang! Wah sentap lagi. Jadi perlu ke umur seseorang dilihat untuk menghakimi semangat seseorang? Kita semua sudah sedia maklum bahawa, Allah tidak memandang seseorang melalui luarannya. Ya, hanya dilihat Allah swt adalah ketaqwaanya.
Justeru berlumba-lumba lah kita menggapai taqwa dalam diri kita, kerana sudah semestinya kita mahu Allah melihat kita seperti anak-anak yang bersungguh-sungguh melakukan pelbagai perkara pelik untuk menarik perhatian ibu bapanya? Samalah kita. Seharusnya kita mesti lebih bersungguh daripada mereka kerana kita lebih tahu menilai berbanding mereka. Janganlah sampai kita memalukan diri kita sendiri di hadapan anak-anak. Astaghfirullahalazim..
Begitula alkisahnya...
Jadi saya berhak menyuarakan suara dan kehendak saya dalam perjuangan ini, selagi ia tidak melanggar batasan syarak.
Undilah calon muslim yang berwibawa!
Sekian~
Okey, umur saya sudah 23 tahun (tahun 2013) jadi layak mengundi dan layak memilih calon dan pantas juga bersuara. Malaysia kan negara demokrasi.. Jadi jangan lah dok kata saya masih mentah, budak hingusan lagi dan macam-macam lagi.
Lupakah kisah para sahabat? Mereka berjuang dalam usia yang muda! Bahkan lebih muda dari saya (malu =_=). Saya suka ambil dari lirik lagu Muslim for Life oleh Soldier of Allah mengenai pemuda yakni para sahabat yang masih muda tetapi sudah banyak memberi sumbangan kepada Islam? Kau ada? (ayat sentap)
Now
If we dont change society
On the Day of Judgement
We are going to stand
In front of Allah
There will be no excuses
For being useless
Without Islam in our lives
Our lives are fruitless
Leaving behind, all things
Taking nothing
But our deeds
On the last day it will be
Too late to repent
We will be accountable
For every minute and cent
That we spent
Islamicly intact
My brothers got my back
Syaitan can't attack
Because were always in a pack
*M. U .S .L .I .M
Muslim for life
And will never give in
We stand up and speak out
Against who those oppress
We take Islam and
We take no less 2x
Prophet showed us
How to be a statesman
A father, a leader
Amir of jihad
A husband, a judge
And a friend
A mesenger
That Allah has sent
Thats the example
That we content
He cultured
The sahabah personalities
Built islamic mentalities
Gave them the bigger scope
To spread Islam
All over the globe
They say you're too young
To change this world
Too young to understand
Look at Ali (r.a.)
At 8 he was matured
Like a man
Carrying this message
Of Islam
Khalid ibn Waleed
Conquering land
Liberating kufar to Islam
Abu Bakr, politically sharp
Was side by side
With the prophet From the start
We are the youth
Let us bring Islam back
We did it in the past
So let us do it again
ulang *
Carrying Islam
Is like carrying a hot coal
Pure pressure surround us
But we won't fold
When time become tough
Remember Jannah
It was difficult
Even for sahabas
No success
Without struggle
Keep our best friends Muslim
So we re always out of trouble
Checking our ideas
The way we think
Based on Islam
Because Islam is our Deen
Bonded by our ideas
Islamically connected
Days of jahilliyah
Alhamdulillah we left it
Islamic as yardstick
That we measure
Only for Allah
And to gain HIS pleasure
ulang *
Much props to my sisters
Carrying this Deen
And to my brothers
With the same mean
We will never idolize
It's no surprise
The youth realize
Jannah is the only prize
Standing together
Kafirs worsy nightmare
Muslim united
And not scared
Following only Quran
And the Sunnah
And Ummah
Who loves Allah
More than this dunnyah
ulang *
Berdasarkan pink highlighted tu menunjukkan ramai orang yang memberi persepsi mengenai anak muda. Apabila anak muda mula bersuara, muncul lah kata-kata: "engkau masih muda"," engkau tak tahu", "..masih mentah lagi..", dan lain-lain. Habis tu? tengok pula para sahabat?
Subhanallah, walau umur belum layak mengundi tetapi semangat yang ada pada mereka mengalahkan umur kanak-kanak sekarang! Wah sentap lagi. Jadi perlu ke umur seseorang dilihat untuk menghakimi semangat seseorang? Kita semua sudah sedia maklum bahawa, Allah tidak memandang seseorang melalui luarannya. Ya, hanya dilihat Allah swt adalah ketaqwaanya.
Justeru berlumba-lumba lah kita menggapai taqwa dalam diri kita, kerana sudah semestinya kita mahu Allah melihat kita seperti anak-anak yang bersungguh-sungguh melakukan pelbagai perkara pelik untuk menarik perhatian ibu bapanya? Samalah kita. Seharusnya kita mesti lebih bersungguh daripada mereka kerana kita lebih tahu menilai berbanding mereka. Janganlah sampai kita memalukan diri kita sendiri di hadapan anak-anak. Astaghfirullahalazim..
Begitula alkisahnya...
Jadi saya berhak menyuarakan suara dan kehendak saya dalam perjuangan ini, selagi ia tidak melanggar batasan syarak.
Undilah calon muslim yang berwibawa!
Sekian~
Memilih Pimpinan Bukan Muslim
"Di antara perkara yang membatalkan syahadah
ialah mempercayai kepimpinan orang kafir dan munafiq. Dalam surah Al-Maidah
ayat 57, firman Allah s.w.t yang bermaksud: Wahai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpin kamu
orang-orang yang menjadikan agama kamu ejekan dan mainan di kalangan
orang-orang yang telah diberi Kitab sebelum kamu dan orang-orang kafir.
Bertawakkallah kepada Allah jika kamu benar-benar orang-orang yang
beriman," kata akhi Ammir.
"Selain itu, Allah ada juga menyebut dalam surah An-Nisa' ayat 138 hingga 139. Beritahulah kepada orang-orang munafiq itu bahawa mereka akan mendapat siksa yang pedih, iaitu orang-orang yang mengambil orang kafir menjadi teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah dengan mereka mencari kemuliaan di sisi orang-orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kemuliaan itu kepunyaan Allah," sambungnya lagi.
"Dan sekali lagi Allah mengingatkan kita dalam surah Al-Imran ayat 28. Firman-Nya yang bermaksud: Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi Wali (pemimpin, pelindung, penolong, teman akrab) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa yang berbuat demikian nescaya lepaslah ia dari Allah, kecuali kerana Taqiyyah (helah memelihara diri) dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa-Nya) dan hanya kepada Allah tempat kembali." Akhi Ammir berhenti seketika.
"Jelaslah bahawa ayat-ayat tersebut tidak membenarkan orang-orang yang beriman meredhai kepimpinan orang kafir menguasai negara Islam, tetapi kebenaran kerana memelihara diri tersebut hanya pada lahirnya sahaja dan sesungguhnya terbatallah syahadahnya kalau sekiranya hatinya redha walaupun keadaan takut. Menurut riwayat Ibn 'Abbas r.a bahawa Taqiyyah itu hanya pada lahirnya sahaja tetapi hatinya tidak redha."
~petikan RADHA
kaler-kaler pulak kali ni
"Selain itu, Allah ada juga menyebut dalam surah An-Nisa' ayat 138 hingga 139. Beritahulah kepada orang-orang munafiq itu bahawa mereka akan mendapat siksa yang pedih, iaitu orang-orang yang mengambil orang kafir menjadi teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah dengan mereka mencari kemuliaan di sisi orang-orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kemuliaan itu kepunyaan Allah," sambungnya lagi.
"Dan sekali lagi Allah mengingatkan kita dalam surah Al-Imran ayat 28. Firman-Nya yang bermaksud: Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi Wali (pemimpin, pelindung, penolong, teman akrab) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa yang berbuat demikian nescaya lepaslah ia dari Allah, kecuali kerana Taqiyyah (helah memelihara diri) dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa-Nya) dan hanya kepada Allah tempat kembali." Akhi Ammir berhenti seketika.
"Jelaslah bahawa ayat-ayat tersebut tidak membenarkan orang-orang yang beriman meredhai kepimpinan orang kafir menguasai negara Islam, tetapi kebenaran kerana memelihara diri tersebut hanya pada lahirnya sahaja dan sesungguhnya terbatallah syahadahnya kalau sekiranya hatinya redha walaupun keadaan takut. Menurut riwayat Ibn 'Abbas r.a bahawa Taqiyyah itu hanya pada lahirnya sahaja tetapi hatinya tidak redha."
~petikan RADHA
kaler-kaler pulak kali ni
Tuesday, 5 March 2013
Selepas Subuh
Jangan Tidur Selepas Subuh!
Inilah antara akibat tidur selepas subuh yang sempat dicoretkan di sini. Sebenarnya banyak lagi. Justeru waktu selepas subuh tu, gunalah masa dengan sebaik-baiknya. Bukanlah bererti tidak boleh tidur langsung, sebab manusia tidak lari dari sifatnya yang lemah, kerana yang paling berkuasa hanyalah Allah azzawajalla. Cuma tidur itu tidak perlu berlebih-lebihan. Tidaklah sampai bentang toto balik atau tarik selimut semata-mata nak sambung tidur. Tidak elok lah jadinya. Lainlah jika ada masalah lain yang dibolehkan.
Waktu subuh adalah waktu yang agak mencabar bagi sesetengah muslim. Sebab itu juga ramai yang tewas untuk solat subuh awal. Jadi wujudlah terms 'subuh gajah' atau 'subuh dinasour' dan lain-lain lagi.
Walaubagaimanapun bagi mereka yang berjaya pula, akan tewas untuk menahan kantuk selepas menunaikan solat subuh. Apa lagi yang mampu dilakukan? Jadilah term, 'tidur selepas subuh'.
Mesti semua sudah sedia maklum, tidur selepas subuh sangat-lah tidak elok untuk diamalkan selalu. InsyaAllah, di sini akan senaraikan akibat tidur selepas subuh. Hal ini supaya kita tidak menjadikan tidur selepas subuh adalah amalan biasa bagi seorang muslim.
Antaranya:
- Kelam kabut
- Mudah untuk berprasangka negatif
- Bersikap emosional
Inilah antara akibat tidur selepas subuh yang sempat dicoretkan di sini. Sebenarnya banyak lagi. Justeru waktu selepas subuh tu, gunalah masa dengan sebaik-baiknya. Bukanlah bererti tidak boleh tidur langsung, sebab manusia tidak lari dari sifatnya yang lemah, kerana yang paling berkuasa hanyalah Allah azzawajalla. Cuma tidur itu tidak perlu berlebih-lebihan. Tidaklah sampai bentang toto balik atau tarik selimut semata-mata nak sambung tidur. Tidak elok lah jadinya. Lainlah jika ada masalah lain yang dibolehkan.
Rasullullah saw pernah berdoa: "Ya Allah berkatilah ummatku pada waktu pagi hari mereka (waktu fajar)". Jadi kepada sesiapa yang tidur selepas subuh itu, berkemungkinan besar akan terlepas keberkatan seperti yang didoakan oleh Rasullullah saw kepada kita sebagai umat Nabi Muhammad saw.
Justeru, di waktu yang berkah itu, eloklah kita membuat pelbagai perkara yang baik. Bagi yang ingin menghafal al-quran, hafallah al-quran selepas subuh. In syaa Allah, senang menghafal dan senang mengingat. Sebab itu bagi pelajar, wajar belajar atau mengulang kaji di pagi hari, kerana di situ ada keberkatannya. In syaa Allah hari yang dilalui pada hari itu akan menjadi tenang dan tenteram. InsyaaAllah akibat-akibat yang dinyatakan di atas, tidak akan berlaku kepadanya.
Sedikit mengenai hikmah menghafal al-quran:
- Bagi sesiapa yang menghafal al-Quran di subuh hari, kemudian pada hari itu dia sedang berpuasa insyaaAllah mulutnya akan rasa selesa sentiasa.
- Membuat hafalan sebelum tidur, insyaaAllah, bangun pagi senang dan akan terasa segar. InsyaaAllah cubalah!
Wallahualam~
Saturday, 23 February 2013
Saya Rasa Saya Sangat Bertuah
Alhamdulillah, saya rasa sangat bertuah kerana saya telah terpilih oleh Allah swt untuk hadir dua program yang besar pada saya iaitu Mesyuarat Agung Tahunan PEMBINA kali ke-6 pada hari sabtu yang lepas (16 Feb) dan Majlis Pelancaran Jentera ISMA bagi PRU-13 pada keesokkan harinya. Syukur ke hadrat ilahi kerana memberi peluang kepada saya untuk hadir kedua-dua program hebat ini.
![]() |
| Perwakilan dan Pemerhati PEMBINA dari seluruh Malaysia |
Apa yang menyebabkan saya rasa program ini begitu hebat?
Program ini dihadiri orang-orang muslim yang hebat. Mereka hebat kerana berani mempertahankan yang hak dari yang batil. Melihat situasi sekarang ini, ramai pihak yang seolah-olah mengajak orang ramai pergi jauh dari Islam dan merasa bangga apabila berjaya melakukan perkara itu.
Walaubagaimanapun, muslimin-muslimat yang hebat ini mereka berani sekali mengajak orang ramai untuk kembali ke Islam yang sebenar. Ajakan ini bukan hanya sekadar teori semata-mata yang mudah didapati di dalam majlis-majlis ilmu seperti halaqah, taklim, daurah dan sebagainya, tetapi di sini mereka mempraktikkan apa yang digesakan sebelum ini melalui teori.
![]() |
| Sebahagian dariAhli ISMA dari seluruh negara |
Kenapa mereka berani?
Di zaman yang penuh fitnah dan mehnah ini, ramai sekali pejuang agama yang mahu memperjuangkan agama Islam yang semakin lama semakin rancak dinjak-injak oleh musuh Islam dengan rakusnya. Walaubagaimanapun, tidak ramai yang ingin tampil ke hadapan untuk menyahut seruan jihad ini iaitu demi menegakkan syiar Islam. Agama yang mulia lagi diredhai Allah s.w.t.
Alhamdulillah melalui kedua-dua program yang saya ikuti ini, saya melihat mereka sangat berani menyatakan kebenaran. Bukan itu sahaja, mereka juga malah berani bertindak ke hadapan, berani menempatkan diri dalam masyarakat demi mempertahankan Islam yang tercinta. Pada pemerhatian saya yang serba hina ini, saya tidak nampak anggota kumpulan yang lain yang seberani mereka untuk tampil menentang kemungkaran. Yang lain hanya berani bersuara, mengkritik tanpa ada sebarang tindakan yang dibuat.
Saya jelaskan sedikit, [kalau perasan saya banyak berkias dalam penulisan ini]. Dalam tarbiyah yang kita ikuti, kita diajar tentang maratib amal. Apa itu maratib amal? Maratib amal itulah adalah langkah-langkah yang perlu dicapai demi menegakkan dan menyebarkan Islam ke serata dunia. Ia bermula dengan:
- Individu Muslim (IM)
- Keluarga Muslim (BM)
- Masyarakat Muslim (MM)
- Kerajaan Muslim (KM)
- Negara Muslim (DM)
- Khalifah Islamiyyah
- Ustaziatul Alam
Senarai di atas adalah senarai maratib amal yang saya tahu serba sedikit terms dia.
Saya tahu banyak jamaah di Malaysia ini yang berusaha untuk sampai ke tingkat tertinggi iaitu ustaziatul alam. Dengan membawa risalah Imam Hasan al Banna, mereka berusaha menyampaikan dakwah kepada masyarakat Malaysia dengan metod-metod tertentu.
Tapi saya pelik, apabila satu jemaah ini ingin melibatkan ahlinya untuk terjun ke bidang politik, ramai yang menolak. Bahkan mengkritik NGO ini kerana sebelum ini mengatakan bahawa ia adalah non-partisan? Tapi sekarang sudah tidak sama? Berulangkali presiden nya memberi jawapan, NGO ini tidak terlibat dengan politik, hanya ahlinya sahaja terlibat. Bukankah sangat berbeza, dengan NGO itu yang terlibat dengan ahlinya terlibat? Sama juga kalau anak Pak Abu, Ali, nak join politik, sedangkan Pak Abu bukan orang politik. Dalam masa yang sama ramai orang kenal Ali sebagai anak Pak Abu. Salahkah Ali mahu melibatkan diri dalam politik, tambah-tambah lagi ayahnya, Abu sangat menyokong dan menggalakan akan pendiriannya Ali.
Ringkasnya, NGO ini bukan parti politik. Noktah.
Yang ingin saya tekankan di sini, semua orang mahu ke peringkat ustaziatul alam. Tapi untuk ke situ kita harus melalui tingkat-tingkatnya dahulu. Justeru kena melalui IM, KM, DM dan seterusnya. Tapi apabila NGO ini ingin melalui peringkat DM ramai pula menentang. Katanya tak perlulah nak berpolitik. Berdakwah sajalah. Jadi macam mana ingin sampai ke ustaziatul alam kalau langkahnya dihalang pula. Bukankah Islam itu syumul? Politik bukan sebahagian dalam Islam kah? Lagi pula dakwah itu kan luas caranya. Bukan terhad dengan sesuatu pendekatan sahaja, selagi mana tidak keluar dari landasan syariat.
Itulah sebab saya mengatakan bahawa mereka BERANI! Berani melakukan perkara yang orang lain fikir sukar untuk melaksanakannya. Berani untuk berfikir di luar kotak walaupun tahu hasil fikiran dan perbincangan mereka akan dicemuh oleh masyakat.
Hebatkan mereka? Ya.
Syabas ISMA. Moga terus melahirkan masyarakat yang beragenda!
Syabas PEMBINA. Semoga terus meneraju mahasiswa!
![]() |
| Semasa sidang media |
![]() |
| PEMBINA, 1 Syahadah~Meneraju Arus Mahasiswa |
Wallahualam.
*Alangkah bahagianya nanti jika dapat bertemu dengan manusia yang paling dikagumi, paling agung di dunia, Rasulullah saw :')
Subscribe to:
Posts (Atom)



